Global | You can find anything here!
If you dont have any account,please to register or 'Log In' if you already have account.

Please always read Forum General Rules before you start posting here

Thanks for your attention!

Regards,
Global Team

Global | You can find anything here!

Anything can you find in global.cinebb.com
 
HomeCalendarFAQSearchRegisterLog in
Welcome in Global forum.Please read our rules before posting

Share | 
 

  Baca Ini Klo Mau Jadi hacker !

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
musang
Senior
Senior
avatar

Jumlah posting Jumlah posting : 382
Voltage COIN's Voltage COIN's : 440
Join date : 2010-08-11
Age : 27
Lokasi : Jak-Bar

PostSubject: Baca Ini Klo Mau Jadi hacker !   Tue Aug 24, 2010 12:41 pm

Apa Hacker Itu ?

Jargon File memuat beberapa
definisi
untuk kata ‘hacker’, hampir semuanya berkaitan dengan
kemahiran teknis
serta kegemaran menyelesaikan masalah dan mengatasi
keterbatasan. Namun
jika ingin /menjadi/ seorang hacker, hanya ada
dua definisi yang relevan.

Ada sebuah komunitas, budaya, terdiri
dari para programer mahir dan ahli
jaringan, yang sejarahnya bermula
dari dekade minikomputer pertama yang
memiliki time-sharing dan zaman
eksperimen awal ARPAnet. Dari anggota
budaya inilah muncul istilah
‘hacker’. Hackerlah yang membangun
internet. Hackerlah yang membuat
sistem operasi Unix menjadi seperti
sekarang. Hackerlah yang
mengoperasikan Usenet. Hacker yang membuat
World Wide Web berjalan.
Jika Anda bagian dari budaya ini, jika Anda
telah menyumbangkan
sesuatu untuk budaya ini, dan rekan lain di dalamnya
mengenali Anda
sebagai seorang hacker, maka seorang hackerlah Anda.

Cara pikir
hacker tidak terbatas pada budaya hacker software. Ada orang
yang
menerapkan sikap hacker pada banyak bidang lain, elektronik atau
musik
— bahkan, cara pikir hacker ada di tingkat tertinggi setiap
bidang
ilmu dan seni. Hacker software mengakui semangat serupa ini dan
kadang
menyebut orang-orang tersebut “hacker” pula — sebagian juga
berpendapat
bahwa sifat seorang hacker tidak bergantung pada wadah
tempatnya
bekerja. Tapi, untuk selanjutnya, kita akan memusatkan
perhatian pada
software hacker, keahlian dan sikap mereka, serta tradisi
budaya
bersama yang melahirkan istilah ?hacker?.

Terdapat pula
sekelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal
bukan.
Mereka-mereka ini (terutama terdiri dari remaja pria) mendapat
kepuasan
lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking).
Hacker
sejati menyebut orang-orang ini ‘cracker’ dan tidak suka bergaul
dengan
mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas,
tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak
setuju
jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah
menjadi
hacker, sama seperti jika dikatakan bahwa mengontakkan mobil
membuat
seseorang langsung menjadi ahli mesin. Sayangnya, wartawan dan
penulis
telah salah kaprah dan menggunakan kata ‘hacker’ untuk
melukiskan
cracker; sesuatu yang selalu membuat kesal para hacker sejati.

Perbedaan
mendasar antara hacker dan cracker: hacker membangun, cracker
membongkar.

Jika
Anda ingin menjadi hacker, lanjutkan membaca. Jika ingin menjadi
cracker,
kunjungi newsgroup alt.2600 dan bersiaplah
menghabiskan lima sampai
sepuluh tahun di balik jeruji setelah
mengetahui bahwa Anda ternyata
tidak sepandai yang Anda kira. Hanya itu
yang perlu dikatakan
tentang cracker.

3. Sikap Hacker

Pekerjaan hacker
menyelesaikan masalah dan membangun sesuatu, dan hacker
percaya pada
kebebasan dan kerjasama sukarela. Agar dapat diterima
sebagai seorang
hacker, Anda harus berbuat seolah-olah Anda memiliki
sikap ini. Dan
agar dapat berbuat demikian, sikap ini harus benar-benar
diyakini.

Tapi
kalau Anda berniat menumbuhkan sikap ini hanya agar dapat diterima
di
lingkungan hacker, maka Anda belum menangkap maknanya. Menjadi orang
yang
meyakini sikap hacker penting bagi /Anda sendiri/ — agar bisa
terus
belajar dan termotivasi. Sama seperti semua seni kreatif lain,
cara
paling efektif untuk menjadi seorang ahli adalah dengan meniru cara
berpikir
ahli-ahli lainnya — bukan hanya secara intelektual tapi juga
emosional.

Seperti
diungkapkan oleh sebuah sajak Zen modern di bawah:

Untuk
mengikuti jalan:
pandanglah sang ahli,
ikuti sang ahli,
berjalan
bersama sang ahli,
kenali sang ahili,
jadilah sang ahli.

Jadi,
jika ingin menjadi hacker, ulangi pernyataan di bawah ini sampai
benar-benar
Anda yakini:

3.1 Dunia penuh dengan persoalan-persoalan menarik
yang menanti
untuk dipecahkan.

Menjadi seorang hacker
sebetulnya menyenangkan, tapi ‘menyenangkan’ yang
menuntut usaha.
Usaha ini membutuhkan motivasi. Atlet yang sukses
memperoleh motivasi
dari kepuasan fisik saat tubuh mereka beraksi, saat
mendorong diri
melampaui batasan fisik. Demikian juga, untuk menjadi
seorang hacker
Anda harus merasa tertarik memecahkan persoalan, mengasah
keahlian,
dan melatih kecerdasan.

Jika Anda merasa bukan seperti ini secara
naluri, Anda harus berusaha
menjadi demikian jika ingin berhasil
menjadi hacker. Jika tidak, energi
hacking Anda akan melemah karena
perhatian teralihkan oleh seks, uang,
dan kedudukan.

(Anda pun
harus mengembangkan keyakinan pada kapasitas belajar diri –
keyakinan
bahwa meskipun yang Anda ketahui belum cukup untuk memecahkan
suatu
persoalan, jika satu potongan saja dari persoalan Anda usaha
pecahkan,
maka itu sudah cukup memberi pelajaran kepada Anda untuk
menyelesaikan
potongan berikutnya — dan berikutnya, hingga semua
potongan
terselesaikan.)

3.2 Tidak seharusnya masalah yang sama dipecahkan
dua kali.

Otak yang kreatif merupakan sumber daya yang berharga
dan terbatas.
Tidak seharusnya sumber daya ini diboroskan hanya untuk
memikirkan
kembali suatu persoalan dari dasar; padahal ada begitu
banyak masalah
menarik baru lain di dunia ini yang menanti.

Agar
dapat bertingkah laku seperti hacker, Anda harus percaya bahwa
waktu
berpikir hacker lain itu berharga — sebegitu berharganya hingga
merupakan
suatu kewajiban moral bagi Anda untuk membagikan informasi,
menyelesaikan
masalah lalu memberi jawabannya pada hacker lain supaya
mereka
menyelesaikan masalah /baru/ dan tidak selamanya berkutat pada
masalah-masalah
lama.

(Tidak harus berkeyakinan bahwa /semua/ produk kreatif
Anda harus
direlakan bagi orang lain, meski hacker yang demikianlah
yang paling
dihormati hacker lain. Menurut nilai-nilai hacker, jual
saja sebagian
asal cukup untuk tetap makan, tetap dapat membayar sewa
rumah, dan tetap
dapat memakai komputer. Tidak melanggar nilai
hacker jika Anda
memanfaatkan ilmu Anda untuk membiayai keluarga atau
bahkan memperkaya
diri, asalkan sambil melakukannya tetap setia pada
disiplin ilmu dan
sesama hacker lain.)

3.3 Kebosanan dan
pekerjaan membosankan itu jahat.

Hacker (dan manusia kreatif pada
umumnya) tidak seharusnya dibosankan
dengan pekerjaan bodoh yang
berulang-ulang, karena ini berarti mereka
tidak melakukan pekerjaan
yang hanya bisa dilakukan oleh mereka –
menyelesaikan
persoalan-persoalan baru. Pemborosan sumber daya ini
merugikan semua
pihak. Karena itu kebosanan dan pekerjaan membosankan
bukan saja
tidak menyenangkan tapi juga jahat.

Agar dapat bertingkah laku
seperti hacker, Anda harus meyakini hal ini
sehingga Anda
berkeinginan untuk mengotomasi sebanyak mungkin bagian
yang
membosankan, bukan saja bagi diri sendiri tapi juga orang lain
(terutama
sesama hacker).

(Ada satu kekecualian yang jelas. Hacker kadang
melakukan pekerjaan yang
di mata orang lain tampaknya berulang-ulang
atau membosankan; ini untuk
latihan menjernihkan pikiran, atau dalam
rangka memperoleh keahlian atau
pengalaman yang tak bisa tidak harus
diperoleh dengan cara demikian.
Tentu saja hal ini dilakukan atas
dasar kehendaknya sendiri — setiap
orang yang mampu berpikir tidak
seharusnya dipaksa menjadi bosan.)

3.4 Kebebasan itu baik.

Secara
alamiah hacker itu anti-otoriter. Siapa pun yang dapat memerintah
Anda
akan dapat menghentikan Anda untuk menyelesaikan persoalan yang
menarik
— dan, sesuai pikiran otak para otoriter, pada umumnya akan
membuat
alasan yang benar-benar bodoh untuk itu. Jadi sikap otoriter
harus
dilawan di mana pun Anda berada, agar nantinya tidak menekan Anda
dan
hacker-hacker lain.

(Tidak untuk disamakan dengan melawan setiap
bentuk kekuasaan. Anak-anak
tetap harus dibimbing, para kriminal
ditahan. Seorang hacker mungkin
akan tunduk pada bentuk-bentuk
kekuasaan tertentu agar dapat memperoleh
sesuatu yang lebih dari
waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti peraturan.
Ini lebih merupakan
tawar-menawar yang terbatas dan dilakukan secara
sadar; jenis tunduk
diri yang diinginkan oleh orang-orang otoriter tentu
saja tidak bisa
diterima.)

Para otoriter hidup di atas sensor dan kerahasiaan.
Mereka tidak percaya
pada kerjasama dan berbagi informasi —
satu-satunya jenis ‘kerja sama’
yang disukai adalah yang dapat mereka
kendalikan. Jadi untuk berlaku
seperti seorang hacker, Anda perlu
mengembangkan rasa benci pada
penyensoran, kerahasiaan, dan
penggunaan kekerasan atau penipuan untuk
memaksakan kehendak pada
orang dewasa. Dan Anda harus bersedia bertindak
atas dasar keyakinan
ini.

3.5 Sikap saja tak ada artinya tanpa keahlian.

Untuk
menjadi hacker, Anda perlu mengembangkan sebagian dari sikap-sikap
yang
telah disebutkan. Tapi memiliki sikap saja belum membuat seseorang
menjadi
hacker, atau atlet juara atau bintang rock. Untuk menjadi hacker
dibutuhkan
kecerdasan, latihan, dedikasi, dan kerja keras.

Jadi, Anda perlu
belajar untuk tidak mempercayai sikap saja dan
menghormati setiap
bentuk kemampuan. Hacker tidak bersedia menghabiskan
waktu dengan
orang-orang yang hanya bersikap seperti hacker, tapi hacker
memuja
keahlian — terutama keahlian dalam hacking, tapi juga keahlian
di
bidang apapun. Yang terlebih bagus lagi yaitu keahlian dalam bidang
yang
sulit dan hanya dapat dikuasai oleh sedikit orang, dan yang terbaik
adalah
keahlian dalam bidang yang sulit dan melibatkan ketajaman mental,
keahlian,
serta konsentrasi.

Bila Anda memuja keahlian, Anda akan merasa
senang dalam meningkatkan
kemampuan diri — kerja keras dan dedikasi
akan menjadi semacam
permainan yang mengasyikkan ketimbang pekerjaan
membosankan. Dan hal ini
penting dalam proses menjadi hacker.

4.
Kemampuan Hacking Dasar

Sikap hacker penting, tapi terlebih
penting lagi keahlian. Sikap bukan
pengganti keahlian, dan ada
seperangkat keahlian menggunakan perangkat
tool yang perlu Anda
kuasai sebelum orang bahkan bisa berpikir memanggil
Anda hacker.

Perangkat
tool ini perlahan-lahan memang berubah seiring teknologi yang
menciptakan
keahlian baru dan membuat keahlian lama tidak berguna.
Misalnya,
dulu keahlian pemrograman bahasa mesin termasuk, dan kemampuan
HTML
belum dan hanya baru-baru ini saja. Yang jelas saat ini yang
termasuk
adalah:

4.1 Pelajari pemrograman.

Ini tentunya merupakan
keahlian hacking yang fundamental. Jika Anda
belum pernah belajar
bahasa pemrograman mana pun, saya sarankan mulai
dengan Python .
Disainnya bersih, terdokumentasi
dengan baik, dan cukup mudah bagi
pemula. Meski menjadi bahasa pertama,
bukan berarti Python hanya
mainan; Python amat ampuh dan fleksibel dan
cocok untuk proyek-proyek
besar. Saya menulis evaluasi terhadap Python
yang
lebih
mendetil. Tutorial Python bisa dilihat di situs web Python

(terjemahan Indonesia
).

Java juga bahasa yang baik untuk
belajar pemrograman. Lebih sulit dari
Python, tapi menghasilkan kode
yang lebih cepat dari Python. Menurut
saya Java amat bagus sebagai
bahasa kedua.

Perlu diingat bahwa dengan satu dua bahasa
pemrograman saja Anda tidak
akan mencapai tingkat keahlian seorang
hacker, atau bahkan seorang
programer — Anda perlu belajar cara
memandang pemrograman secara umum,
tidak bergantung pada satu bahasa
mana pun. Untuk menjadi hacker sejati,
Anda perlu mencapai tahap di
mana Anda dapat mempelajari bahasa baru
dalam beberapa hari, dengan
menghubungkan apa yang ada di manual dengan
apa yang telah Anda
ketahui. Hal ini berarti, Anda perlu mempelajari
beberapa bahasa yang
jauh berbeda satu dengan yang lainnya.

Jika ingin serius dalam
pemrograman, pada akhirnya Anda harus belajar C,
bahasa inti sistem
operasi Unix. C++ terkait erat dengan C; jika tahu
yang satu, belajar
yang lain tidak akan susah. Namun keduanya bukan
bahasa yang cocok
untuk dipelajari pertama kali.

Bahasa lain yang juga penting
untuk hacker antara lain Perl
dan LISP .
Perl patut dipelajari
untuk kebutuhan praktis; Perl dipakai secara amat
meluas untuk
halaman web aktif dan untuk administrasi sistem, jadi
meskipun
nantinya Anda tidak akan membuat program dalam Perl, Anda
sebaiknya
belajar cara membaca Perl. LISP patut dipelajari karena akan
memberikan
pengalaman ‘membuka pikiran’ jika Anda telah menangkapnya;
dengan
mempelajari LISP, Anda akan menjadi seorang programer yang lebih
baik,
meskipun dalam kenyataan Anda akan jarang memakainya.

Paling
baik sebetulnya mempelajari semuanya (Python, Java, C/C++, Perl,
dan
LISP). Selain merupakan bahasa-bahasa terpenting dalam hacking,
masing-masing
mewakili cara pendekatan pemrograman yang berbeda, dan
tiap bahasa
akan memberi Anda pelajaran-pelajaran berharga.

Tentu saja, di
sini tidak mungkin saya memberi petunjuk lengkap cara
memrogram —
pemrograman merupakan keahlian yang kompleks. Tapi, satu
petunjuk
yang saya berikan: buku dan kursus saja tidak akan membuat Anda
menjadi
seorang programer (banyak, mungkin hampir semua hacker terbaik
itu
belajar mandiri). Anda akan menjadi programer dengan (a) /membaca
kode/
dan (b) /menulis kode/.

Belajar membuat program adalah seperti
belajar menulis dalam bahasa
alamiah. Cara terbaik untuk melakukannya
dengan membaca tulisan yang
dibuat oleh para ahlinya, membuat
tulisan sendiri sedikit, membaca lebih
banyak lagi, menulis lebih
banyak, dan mengulanginya sampai di tulisan
Anda mulai terbentuk
semacam kekuatan dan kemahiran penggunaan kata
seperti di
tulisan-tulisan yang semula Anda teladani.

Dahulu sulit mencari
kode yang baik untuk dibaca, karena dulu hanya
sedikit
program-program besar yang terdapat dalam bentuk source untuk
bisa
dibaca dan diutak-atik hacker-hacker pemula. Sekarang kondisinya
jauh
berbeda: software open-source, tool pemrograman, dan sistem operasi
(semua
dibuat oleh hacker) kini banyak terdapat. Dan ini mengantar kita
pada
poin berikutnya?

4.2 Cari, pelajari, dan jalankan salah satu
versi Unix open-source.

Saya anggap Anda memiliki, atau
memperoleh akses ke komputer pribadi
(anak-anak sekarang mudah sekali
mendapatkan akses ). Kalau ada satu
langkah terpenting bagi pemula
untuk mendapatkan kemampuan hacker, itu
adalah mendapatkan satu
salinan sistem operasi Linux atau salah satu
Unix BSD,
meng-install-nya di komputer sendiri, dan menjalankannya.

(Tidak
saya sarankan meng-install Linux sendirian jika Anda pemula. Cari
klub
komputer atau kelompok pengguna Linux di daerah Anda dan mintalah
bantuan;
atau hubungi Linux Internet Support Co-Operative
. LISC mengurus
channel-channel IRC
tempat Anda dapat bertanya).
Tentu, di dunia
ini ada banyak sistem operasi selain Unix. Tapi
sistem-sistem operasi
tersebut didistribusikan dalam program jadi
(binary) — kodenya tidak
bisa Anda baca, sehingga sistem operasi
tersebut tidak bisa Anda
modifikasi. Belajar hacking di DOS atau Windows
atau MacOS adalah
bagaikan belajar menari dengan seluruh tubuh digips.

Lagipula
Unix-lah sistem operasi Internet. Meski tentu bisa belajar
menggunakan
internet tanpa mengenal Unix, Anda tak akan mampu menjadi
hacker
Internet tanpa memahami Unix. Untuk alasan inilah, budaya hacker
saat
ini cukup cenderung berat ke Unix. (Ini tidak selalu benar,
beberapa
hacker zaman dahulu tidak menyukai kenyataan ini, tapi
simbiosis
antara Unix dan Internet telah menjadi kuat sehingga bahkan
otot
Microsoft pun tak mampu membengkokkannya.)

Jadi, buatlah sistem
Unix — saya pribadi menyukai Linux tapi tentu saja
ada yang lainnya
(dan ya, Anda /bisa/ menjalankan Linux dan DOS/Windows
di mesin yang
sama). Pelajari Unix. Jalankan Unix. Bermain-mainlah
dengan Unix.
Berhubungan dengan internet melalui Unix. Baca kodenya.
Modifikasi.
Di Unix Anda akan menjumpai tool pemrograman yang lebih baik
(termasuk
C, Lisp, Python, dan Perl) ketimbang di sistem operasi
Microsoft
manapun, Anda akan bersenang-senang, dan Anda akan mendapat
pengetahuan
lebih dari yang Anda sadari sampai kemudian ketika mengenang
kembali
Anda telah seorang hacker ahli.

Lebih jauh tentang mempelajari
Unix, lihat The Loginataka
.

Untuk memperoleh Linux, lihat
Where can I get Linux
.

Bantuan dan resource BSD Unix bisa
Anda lihat di
[You must be registered and logged in to see this link.]
.

Saya
menulis pengantar dasar Unix dan Internet
.

(Catatan: Saya
tidak menganjurkan menginstal Linux atau BSD sendirian
jika Anda
seorang pemula. Untuk Linux, carilah sebuah kelompok pengguna
lokal
Linux [KPLI di Indonesia] dan mintalah bantuan mereka; atau
hubungi
Open Projects Network . LISC
memaintain daftar IRC channel
yang
bisa Anda datangi untuk memperoleh bantuan.)

4.3 Pelajari cara
menggunakan World Wide Web dan cara menulis HTML.

Kebanyakan
hasil budaya hacker bekerja di belakang layar tanpa diketahui
orang
banyak, membantu mengoperasikan pabrik, kantor, dan universitas,
tanpa
ada pengaruh yang jelas pada cara hidup para non-hacker. Web
adalah
satu kekecualian, bahkan para politisi pun mengakui bahwa barang
mainan
hacker yang besar dan berkilauan ini telah mengubah dunia. Untuk
satu
alasan ini saja (dan juga banyak alasan bagus lainnya) Anda perlu
mempelajari
cara pengoperasian Web.

Maksudnya lebih dari sekedar cara
menggunakan browser (sebab kalau itu
siapa pun bisa), tapi
mempelajari cara menulis HTML, bahasa markup Web.
Bila Anda belum
menguasai pemrograman, lewat menulis HTML Anda akan
diajari beberapa
kebiasaan mental yang akan membantu Anda belajar
pemrograman. Jadi,
buatlah home page.

Hanya dengan membuat homepage tidak akan
membuat Anda menjadi (bahkan
dekat pun tidak) seorang hacker. Web
penuh dengan home page. Kebanyakan
hanyalah kotoran tanpa arti, tanpa
isi — kotoran yang tampak indah,
tapi tetap kotoran (lebih jauh
tentang ini, lihat The HTML Hell Page
).

Agar bermanfaat,
halaman Anda harus mengandung /content/ — harus
menarik dan/atau
berguna bagi hacker lain. Dan ini mengantar kita pada
bahasan
berikutnya…

5. Status dalam Budaya Hacker

Seperti halnya
dalam kebanyakan budaya lain tanpa ekonomi uang, dunia
hacker
berjalan di atas reputasi. Anda berusaha menyelesaikan
persoalan-persoalan
menarik, tapi seberapa menarik persoalan tersebut,
dan apakah solusi
Anda benar-benar baik, merupakan sesuatu yang umumnya
hanya dapat
dinilai oleh rekan sejawat atau atasan Anda.

Demikian juga, dalam
permainan hacker, Anda menjaga nilai terutama lewat
pandangan hacker
lain terhadap kemampuan Anda (inilah sebabnya Anda
belum benar-benar
seorang hacker sampai hacker-hacker lain dengan
konsisten menyebut
Anda seorang hacker). Kenyataan ini dikaburkan oleh
citra hacking
sebagai pekerjaan menyendiri; juga oleh tabu budaya hacker
(yang kini
perlahan-lahan menghilang namun masih tetap kuat) yang tidak
mengakui
bahwa ego atau pengesahan dari luar berpengaruh pada motivasi
seseorang.

Tegasnya,
dunia hacker merupakan apa yang disebut oleh para antropolog
sebagai
/budaya memberi/. Kedudukan dan reputasi tidak diperoleh dengan
menguasai
orang lain, atau dengan menjadi seseorang yang cantik, atau
dengan
memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, tapi dengan
memberikan
sesuatu. Tepatnya, dengan memberikan waktu Anda, kreativitas,
dan
hasil dari kemampuan Anda.

Pada dasarnya ada lima hal yang bisa
dilakukan agar dihormati oleh hacker:

5.1 Menulis software
open-source.

Yang pertama (yang paling inti dan paling
tradisional) adalah menulis
program yang dipandang berguna atau
mengasyikkan oleh hacker lain,
kemudian memberikan source programnya
untuk digunakan oleh seluruh
budaya hacker.

(Dulu karya
semacam ini disebut ’software bebas’ (free software), tapi
istilah
ini memusingkan banyak orang karena mereka tidak tahu apa arti
tepat
dari ‘free’. Sekarang banyak yang lebih menyukai istilah ’software
open-source
’.)

Para dewa^1 yang dipuja di dunia hacker yaitu mereka yang
telah menulis
program besar yang berkemampuan tinggi dan dibutuhkan
di mana-mana, lalu
memberikan program ini cuma-cuma, dan sekarang
program itu telah dipakai
setiap orang.

5.2 Membantu menguji
dan men-debug software open-source

Yang selanjutnya berjasa
adalah mereka yang bertahan menggunakan dan
men-debug software
open-source. Di dunia yang tak sempurna ini, tanpa
terhindarkan kita
harus menghabiskan sebagian besar waktu pengembangan
software dalam
tahap debugging. Karena itu setiap penulis software
open-source yang
waras akan berpendapat bahwa penguji beta yang baik
(yang tahu
bagaimana menjelaskan gejala masalah dengan jelas, bagaimana
melokalisir
masalah, mampu mentolerir bug di rilis cepat, dan bersedia
menjalankan
beberapa rutin diagnostik sederhana) itu amat sangat
berharga.
Bahkan satu saja penguji beta sudah mampu membantu menjadikan
tahap
debugging dari mimpi buruk panjang yang melelahkan menjadi hanya
gangguan
yang justru menyehatkan.

Bila Anda seorang pemula, cobalah
mencari program yang sedang dalam
tahap pengembangan, yang menarik
bagi Anda, dan jadilah seorang penguji
beta yang baik. Dari sini Anda
secara alamiah akan meningkat dari
membantu menguji program ke
membantu memodifikasi program. Anda akan
belajar banyak, dan pada
gilirannya nanti Anda pun akan memperoleh
bantuan dari orang lain
saat membutuhkan.

5.3 Menerbitkan informasi yang bermanfaat.

Yang
bagus juga untuk dilakukan yaitu mengumpulkan dan menyaring
informasi-informasi
menarik dan berguna ke dalam halaman Web atau
dokumen seperti FAQ
(Frequently Asked Questions — daftar jawaban
pertanyaan-pertanyaan
yang sering diajukan orang), dan membuat
dokumen-dokumen ini mudah
didapat orang.

Pemelihara FAQ teknis yang besar-besar juga
mendapatkan hormat hampir
seperti para penulis software open-source.

5.4
Membantu terus berjalannya infrastruktur.

Budaya hacker (dan
juga dalam hal ini pengembangan rekayasa Internet)
dijalankan oleh
relawan. Banyak sekali pekerjaan yang dibutuhkan namun
bukan
pekerjaan yang agung, yang harus dilakukan agar semuanya tetap
berjalan
? melakukan administrasi mailing list, moderasi newsgroup,
memelihara
situs archive software yang besar, mengembangkan
dokumen-dokumen RFC
serta standar teknis lainnya.

Mereka yang melakukan hal-hal
seperti dengan baik juga dihormati, karena
orang tahu bahwa pekerjaan
seperti ini menghabiskan banyak waktu dan
kalah mengasyikkan
dibanding bermain dengan kode. Melakukan pekerjaan
seperti ini
menunjukkan bahwa seseorang memiliki dedikasi.

5.5 Mengabdi
kepada budaya hacker itu sendiri.

Terakhir, Anda dapat mengabdi
dan menyebarluaskan budaya hacker (lewat,
misalnya, menulis panduan
tepat bagi pemula tentang cara menjadi seorang
hacker ). Anda tidak
bisa melakukan hal ini kecuali telah
berkecimpung cukup lama dan
menjadi figur yang cukup terkenal di salah
satu dari empat hal
sebelumnya.

Budaya hacker tidak persis memiliki pemimpin, tapi
memiliki pahlawan,
tetua suku, sejarawan, dan para jubir. Jika Anda
telah cukup lama berada
di ‘medan tempur’, Anda dapat saja memperoleh
salah satu dari
jabatan-jabatan ini. Peringatan: hacker tidak
mempercayai ego tetua suku
yang terlampau mencolok, jadi berbahaya
jika Anda terlalu terlihat untuk
berusaha menjadi terkenal. Cara yang
benar seharusnya yaitu dengan
memposisikan diri sedemikian rupa
sehingga jabatan tersebut jelas telah
Anda capai, lalu kemudian
bersikap rendah hati dan ramah sehubungan
dengan kedudukan Anda
tersebut.

6. Hubungan Hacker/Orang Nyentrik^2

Bertentangan
dengan mitos populer, tidak perlu menjadi orang nyentrik
untuk
menjadi hacker. Meski itu sebetulnya membantu, dan pada
kenyataannya
banyak hacker yang merupakan orang nyentrik. Menjadi orang
yang
tersisih secara sosial membantu Anda tetap memusatkan perhatian
pada
hal-hal yang benar-benar penting, seperti berpikir dan hacking.

Karena
alasan ini, banyak hacker mengadopsi label ‘nerd’ dan bahkan
menggunakan
istilah yang lebih kasar ‘geek’ sebagai lencana kebanggaan
– cara
memproklamasikan kebebasan dari tuntutan sosial. Lihatlah The
Geek
Page untuk pembahasan
menyeluruh.

Bila Anda tetap dapat
memusatkan perhatian pada hacking sampai menjadi
cukup ahli dan tetap
memiliki kegiatan sosial, itu sah-sah saja. Hal ini
memang lebih
mudah dilakukan sekarang ketimbang waktu saya seorang
pemula di tahun
1970-an; budaya mainstream saat ini jauh lebih ramah
pada para
techno-nerd. Malah kini semakin banyak orang yang menyadari
bahwa
hacker kadang merupakan kekasih yang berkualitas dan calon
pasangan
hidup potensial. Lebih lanjut tentang hal ini, lihat Girl’s
Guide to
Geek Guys .

Bila ketertarikan Anda pada hacking adalah karena
Anda tidak mempunyai
kegiatan lain, itu juga tidak apa-apa —
setidaknya tidak perlu
susah-susah memusatkan perhatian.
Mudah-mudahan satu hari nanti Anda
akan memperoleh kehidupan sosial.

7.
Panduan Gaya

Saya ulangi, untuk menjadi hacker, Anda perlu
memasuki cara pikir
hacker. Hal-hal tertentu yang Anda lakukan saat
jauh dari komputer
kadang membantu mencapainya. Tentu saja
kegiatan-kegiatan ini bukan
sebagai pengganti hacking (tak ada yang
dapat menggantikan hacking) tapi
banyak hacker melakukannya, dan
merasa bahwa kegiatan tersebut secara
dasar berhubungan dengan
intisari hacking.

* Membaca karya fiksi ilmiah. Datang ke
pertemuan fiksi ilmiah
(salah satu jalan yang bagus untuk bertemu
hacker dan proto-hacker).
* Mempelajari Zen, dan/atau berlatih bela
diri. (Disiplin mental
yang diajarkan serupa dengan hacking dalam
hal-hal penting.)
* Mengasah pendengaran musik. Belajar menghargai
jenis-jenis musik
yang tidak lazim. Belajar menjadi ahli dalam
bermain alat musik
tertentu, atau berlatih bernyanyi.
*
Mengembangkan apresiasi akan permainan kata.
* Belajar menulis dalam
bahasa asli (Sejumlah banyak hacker,
termasuk semua hacker terbaik
yang saya kenal, adalah penulis yang
cakap).

Semakin banyak
dari hal-hal di atas yang sudah Anda kerjakan, semakin
besar
kemungkinan Anda adalah calon hacker berbakat. Kenapa hal-hal di
atas
yang berhubungan dengan hacking tidak sepenuhnya jelas, tapi
semuanya
berkaitan dengan gabungan kemampuan otak kiri dan kanan yang
penting
(hacker harus dapat berpikir logis dan juga sewaktu-waktu harus
dapat
melangkah keluar dari logika umum suatu permasalahan).

Terakhir,
sebagian dari hal-hal yang /tidak/ sebaiknya dilakukan:

* Jangan
menggunakan ID atau nama samaran yang konyol atau berlebihan.
*
Jangan terlibat perang flame di Usenet (atau di mana pun).
* Jangan
menggelari diri ‘cyberpunk’, jangan berurusan dengan para
‘cyberpunk’.
*
Jangan mengirim posting atau email yang penuh salah ketik dan
bertata
bahasa buruk.

Satu-satunya reputasi yang akan Anda dapatkan jika
melakukan hal-hal di
atas adalah sebagai orang dungu. Ingatan hacker
biasanya bagus –
mungkin dibutuhkan bertahun-tahun lamanya sebelum
Anda dapat diterima
kembali dan Mav Jika ada Kekurangannya !
Back to top Go down
BesaDaely
Basic Moderator
Basic Moderator
avatar

Jumlah posting Jumlah posting : 88
Voltage COIN's Voltage COIN's : 1108
Join date : 2010-07-14
Age : 22
Lokasi : Tangerang
Humor : Tom And Jerry

PostSubject: Re: Baca Ini Klo Mau Jadi hacker !   Tue Aug 24, 2010 2:55 pm

panjang bener....^_^...nice share...
Back to top Go down
Alfred
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting Jumlah posting : 577
Voltage COIN's Voltage COIN's : 4578
Join date : 2010-04-03
Lokasi : Depok
Humor : Mr bean

PostSubject: Re: Baca Ini Klo Mau Jadi hacker !   Tue Aug 24, 2010 3:39 pm

walah, sepanjang itu hanya orang niat jadi hacker yang akan membaca Very Happy

___________




Welcome in voltage community. Forum diskusi cheat dan sebagainya


[You must be registered and logged in to see this link.]
[You must be registered and logged in to see this link.]

Jangan ragu ragu untuk menekan button REPORT jika ada junker/perbuatan salah
Dengan klik button tanda seru di post junker yang ingin kamu report

Regards,
Alfred as Admin
Wink
Back to top Go down
http://global.cinebb.com
musang
Senior
Senior
avatar

Jumlah posting Jumlah posting : 382
Voltage COIN's Voltage COIN's : 440
Join date : 2010-08-11
Age : 27
Lokasi : Jak-Bar

PostSubject: Re: Baca Ini Klo Mau Jadi hacker !   Tue Aug 24, 2010 4:35 pm

sebyum gw beljar" dan Mencoba" sesuaty untuk di HACK !

gw baca ini dulo !

Back to top Go down
Kazukagemaru
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting Jumlah posting : 1112
Voltage COIN's Voltage COIN's : 1185
Join date : 2010-07-18
Age : 24
Lokasi : Jakarta Timur
Humor : Make Some Noise~

PostSubject: Re: Baca Ini Klo Mau Jadi hacker !   Thu Aug 26, 2010 4:37 pm

@TS
emangnya harus baca itu aph?? mending baca komik donald bebek ajh Very Happy
bisa di ringkas lg gk??? w sih mau ajh jd Hacker .. tp cara gue otodidax ajh
sucks

___________




Kalo di buka kegedean :
 
mampir juga dong ke thread gue:
 

Add my facebook[You must be registered and logged in to see this link.]
Back to top Go down
https://www.facebook.com/profile.php?id=1715869554
Sponsored content




PostSubject: Re: Baca Ini Klo Mau Jadi hacker !   

Back to top Go down
 

Baca Ini Klo Mau Jadi hacker !

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Global | You can find anything here!  :: Dialogue :: The lounge-